Tinjauan Pustaka Tentang Siswa Atau Peserta Didik

1. Pengertian Siswa/Peserta Didik

Pengertian siswa menurut Asa S. Knowles, Editor-in-Chief, The International Encyclopedia of Higher Education, Volume 1, tahun 1977 adalah sebagai berikut “A person registrered in an education and pursuing a course of study (Seseorang yang terdaftar pada sebuah lembaga pendidikan dan mengikuti suatu jalur studi).

Siswa (peserta didik) adalah seseorang atau sekelompok orang yang bertindak sebagai pelaku pencari, penerima dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkannya untuk mencapai tujuan (Aminuddin Rasyad, 2000 : 105).

Para psikolog menggolongkan rentang usia pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia sebagai kelompok masyarakat usia remaja. Masa remaja merupakan sebuah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Disatu sisi, mereka sudah terlepas dari masa kanak-kanak namun belum bisa dikatagorikan sebagai masa dewasa. Dr. Zakiah Daradjat dalam Sofyan S. Willis (2005: 23) mengungkapkan sebagai berikut :

“Remaja adalah usia transisi. Seorang individu, telah meninggalkan usia kanak-kanak yang lemah dan kebergantungan, akan tetapi belum mampu ke usia yang kuat dan penuh tanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap masyarakat. Banyaknya masa transisi ini bergantung kepada keadaan dan tingkat sosial masyarakat dimana ia hidup. Semakin maju masyarakat semakin panjang usia remaja. Karena ia harus mempersiapkan diri untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat yang banyak syarat dan tuntutannya”.

Masa remaja pada masyarakat modern, bertambah panjang, mereka dianggap masih perlu ditolong, dibimbing dan dibina sedangkan pada masyarakat sederhana dan primitif masa remaja pendek dan mungkin pula tidak ada sama sekali karena orang tua hanya melihat perubahan pesat yang tampak dan kemudian memberikan tanggung jawab sebagaimana orang dewasa lainnya.

2. Ciri-ciri umum masa remaja

Ciri-ciri utama pada masa remaja menurut DR. Sofyan Willis (2005: 20) meliputi tiga hal, yaitu :
a) Ciri primer, yaitu matangnya organ seksual yang ditandai dengan adanya menstruasi (manarche) pertama pada anak wanita dan produksi cairan sperma pertama (nocturnal seminal emission) pada anak laki-laki.
b) Ciri sekunder, meliputi perubahan pada bentuk tubuh kedua jenis kelamin. Anak wanita mulai tumbuh buah dada, pinggul membesar, paha membesar karena tumpukan zat lemak dan tumbuh bulu-bulu pada alat kelamin dan ketiak. Pada anak laki-laki terjadi perubahan otot, bahu melebar, suara mulai berubah, tumbuh bulu-bulu pada alat kelamin dan ketiak serta kumis pada bibir. Disamping itu pada keduanya terjadi pertambahan berat dan tinggi badan.
c) Ciri tersier, yaitu ciri-ciri yang tampak pada perubahan tingkah laku. Perubahan itu erat kaitannya dengan perubahan psikis, yaitu perubahan tingkah laku yang tampak seperti perubahan minat, antara lain minat belajar, minat terhadap lawan jenis dan minat terhadap kerja.

Dadang Sulaeman (1995: 3) menandai masa remaja sebagai berikut :
a) Pertumbuhan fisik berjalan secara cepat bila dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, terutama pertumbuhan tinggi dan berat badan serta perubahan-perubahan secara umum dalam proporsi dari berbagai bagian tubuh. Disamping itu terjadi perubahan-perubahan kelenjar kelamin. Pada anak wanita, masa ini ditandai dengan menstruasi yang pertama kali.
b) Pada periode ini para remaja mulai mengadakan penyesuaian sosial, mereka senang hidup berkelompok dan kesadaran kelamin semakin besar serta mulai timbul minat terhadap jenis kelamin, sehingga memudahkan melakukan kegiatan-kegiatan sosial secara kooperatif.
c) Pada periode ini para remaja mulai mempertimbangkan nilai-nilai. Kepalsuan serta kebohongan akan cepat diketahui mereka. Dalam tindakan-tindakannya sering ingin dibenarkan oleh orang tuanya.
d) Di Sekolah mereka banyak melakukan penyelidikan dalam dunia musik, kesenian, kerajinan tangan, seni drama dan lain-lain. Pada usia ini semakin berkembanglah kemampuan untuk belajar, memahami hubungan-hubungan, mempelajari hal-hal yang lebih kompleks, mampu mengadakan generalisasi, mampu untuk memikirkan hal-hal yang abstrak, minat terhadap dirinya sendiri dan orang lain lebih besar. Mereka bersifat kritis, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain.

Masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Hal ini diterangkan oleh Akyash Azhari (2004 : 180) sebagai berikut :

a) Masa remaja adalah salah satu periode penting dalam proses perubahan, baik dalam pengertian pertumbuhan maupun perkembangan yang terjadi secara cepat.
b) Masa remaja adalah periode peralihan. Dalam setiap periode peralihan, status individu tidak jelas dan terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. Remaja bukan lagi seorang anak tapi bukan orang dewasa.
c) Masa remaja sebagai periode perubahan. Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik.
d) Masa remaja sebagai usia bermasalah. Setiap periode mempunyai masalah sendiri-sendiri, namun masalah masa remaja menjadi sangat sulit untuk diatasi baik yang terjadi pada laki-laki maupun wanita.
e) Masa remaja sebagai masa mencari identitas. Pada tahun-tahun awal masa remaja, penyesuaian diri dengan kelompok masih tetap penting bagi anak laki-laki dan perempuan.
f) Masa remaja sebagai ambang masa dewasa. Dengan semakin mendekatnya usia kematangan yang sah, para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan stereotip belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa mereka sudah dewasa.

3. Ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain :
a) Pertumbuhan fisik yang sangat cepat
b) Emosinya tidak stabil
c) Perkembangan seksual sangat menonjol
d) Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat)
e) Terikat erat dengan kelompoknya.

f) Fase-fase masa remaja
Witherington dalam Sulaeman, (1995: 3) membagi masa remaja menjadi dua fase yaitu yang disebut dengan masa remaja awal atau pre adolesence, yang berkisar antara usia 12-15 tahun dan masa remaja akhir atau late adolesence, yaitu antara usia 15-18 tahun.
Pembagian lain dikemukakan Gilmer dalam Sulaeman (1995: 3) untuk laki-laki sebagai berikut :
a) Pra adolesen, yaitu antara usia 10 sampai 13 tahun
b) Masa adolesen awal, yaitu antara 13 sampai 17 tahun
c) Masa adolesen akhir, dari usia 18 sampai 21 tahun
d) Wanita kematangannya lebih cepat dibandingkan laki-laki yaitu :
e) Pra adolesen datang pada usia 10 dan 11 tahun
f) Masa adolesen awal antara usia 12 sampai 16 tahun
g) Masa adolesen akhir, anatar usia 17 sampai 21 tahun

Menurut Stanley Hall dalam Willis (2005: 23) masa remaja itu berkisar dari umur 15 tahun sampai dengan 23 tahun, sedangkan menurut DR. Zakiah Daradjat dalam Willis (2005: 23) masa remaja itu lebih kurang antara 13-21 tahun.

4. Kebutuhan anak Remaja
Kebutuhan seorang remaja tidak beda dengan kebutuhan manusia pada umumnya, namun remaja juga memerlukan kebutuhan-kebutuhan tertentu yang sesuai dengan perkembangan emosinya seperti:
a) Kebutuhan akan pengendalian diri
b) Kebutuhan akan kebebasan
c) Kebutuhan akan rasa kekeluargaan
d) Kebutuhan akan penerimaan sosial
e) Kebutuhan akan penyesuaian diri.
5. Permasalahan Remaja

Proses perkembangan yang dialami remaja akan menimbulkan permasalahan bagi remaja itu sendiri dan remaja yang dekat dengan lingkungannya. Sofyan S Willis, (1986:43-56) mengemukakan beberapa problema yang dihadapi remaja yaitu :

a) Problema penyesuaian diri yaitu kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar terhadap lingkungan sehingga dia merasa puas terhadap dirinya dan lingkungannya.
b) Problema beragama yaitu yang menyangkut keyakinan dan kesadaran beragama, pelaksaaan ajaran beragama secara teratur dan perubahan tingkah laku karena beragama.
c) Problema kesehatan yaitu masalah yang dihadapi sehubungan dengan kesehatan jasmani da rohani.
d) Problema perkawinan hidup berumah tangga yang menyangkut dan didasarkan atas kebutuhan seksual yang amat menonjol pada masa remaja sehubungan dengan kematangan organ seksual.
e) Problema ekonomi dan mendapatkan pekerjaan yang merupakan masalah yang cukup menggelisahkan para remaja untuk memenuhi kebutuhan diri.
f) Problema berperan dalam masyarakat, yang merupakan keinginan remaja untuk berperan dalam masyarakat yang bersumber dari motif ingin mendapat penghargaan (motif sosial).
g) Problema pendidikan yang berhubungan dengan kebutuhan akan ilmu pengetahuan yang diperlukan para remaja bagi tercapainya masa depan yang gemilang dan ada kaitannya dengan status ekonomi mereka nantinya.


Baca Juga:
Kata Motivasi Indah Dari Maria Curie, Sang Ratu Radiasi
Pesawat Terbang Rendah Diatas Rumah Penduduk di Mrytel Avenue
Kata Bijak Cinta Paling Indah Dari Mahatma Gandhi



Bagikan ke: Facebook Twitter Google+

Copyright © 2014 Betanews I Design Template Betanews by Rinagu I Didukung oleh Blogger